Dunia Sehat

Bosan Harus Terus Minum Obat?

images (9)
Copyright http://www.Huffpost.com

Bundar, pahit, bau nggak enak adalah hal yang melekat dengan obat. Padahal obat gak melulu begitu lo. Ada yang manis juga kayak aku :’).

Bosan identik dengan rutinitas.  Kbbi online menyatakan bahwa bosan adalah sudah tidak suka lagi karena sudah terlalu sering atau banyak; jemu.

Diabetes Melitus (DM) atau identik dengan penyakit gula di masyarakat adalah salah satu kondisi dimana pasien harus terus mengonsumsi obat mereka, bahkan seumur hidupnya.

Apakah itu kedengarannya menyeramkan?

Tentu saja tidak. Yuk, dilanjutin dulu bacanya.

DM adalah ketidaknormalan salah satu organ di tubuh yang berakibat beberapa kandungan nutrisi yang dimakan tidak bisa dimasukkan ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi tenaga. Hasil akhirnya bisa diukur dari kadar gula di dalam darah yang melebihi batas normalnya.

Kenapa bisa terjadi sih?  Karena kebiasaan makan dengan kalori yang melebihi kemampuan tubuh untuk mengurainya menjadi energi. Gen juga bisa berperan disana.

Nah, Obat membantu fungsi organ yang tidak normal tadi untuk memaksimalkan kerjanya. Sehingga, makanan yang dikonsumsi bisa diubah menjadi tenaga lagi.

“Tapi, aku juga dibatasin lo makannya. Disuruh minum obat, makannya gak boleh ini itu. Sedih aku tuh”

Sabar yaa.

Karena ada bagian tubuh yang kerjanya udah gak maksimal. Kamu juga harus bantu tubuh kamu sendiri.

Kamu membatasi asupan kalori dan memilih jenis makanan akan membantu organ tersebut biar enggak tambah down kerjanya.

Bahkan olahraga rutin bisa membantu menaikkan kinerja organ tersebut.

Aku percaya kebosanan itu hanya tentang pola pikir. Jika kamu pikir kamu berpenyakit dan obat itu adalah akibat yang harus kamu tanggung karena menderita sakit tersebut. Wah, kamu bakalan tambah sengsara karenanya.

Coba kamu berpikir gini “Ini mah disuruh ngatur pola makan sama Allah biar gak kebablasan”.

Kenapa bosan bisa terjadi saat konsumsi obat jangka panjang?

Karena kamu belum tahu tujuan akhir kamu minum obat itu apa.

Pasien TBC contohnya, jika mereka paham bahwa enam bulan kemudian mereka tidak perlu bersama obat itu lagi dengan catatan tidak melewatkan obatnya sebelum enam bulan tersebut. Mungkin bosan minum obat itu bisa dicegah.

Bagi teman teman yang pernah merasa bosan minum obat jangan sungkan berbagi di komen ya. Mungkin aku bisa bantu temukan tujuan akhir kalian meminum obat tersebut. Biar gak bosan.  Ditunggu ya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s