Hobi Last Minute? Kamu Bakalan Jadi Pengusaha!

IMG_20180901_083658
Doc. Sun Iin Tree 

07.10 am preparation before going work.
Bangun. Masuk kamar mandi. Cebur air dua kali. Putar dan bolak balik sabun di kulit. Muka juga gak lupa. Oke 5 menit. Keluar kamar mandi. Atasan bawahan. Alas bedak plus bedak tipis. Jilbab. Pemerah bibir terakhir. Bahkan sempat sarapan. Viola! Its done 10 minutes- 15 minutes.

Bandingkan dengan ini.

6.30 am preparation.
Bangun. Menatap nanar langit langit kamar. Menghirup oksigen lebih dalam. Sampai aku merasa lega. Duduk di tepi kasur. Tertunduk melihat jari jari kaki. Melangkah layu ke tempat gantungan handuk. Slowstepmotion to bathroom. Berkaca sampil gosok gigi yang harus diputar hingga 30 kali. Perut  mules. Jongkok di toilet sambil mikir muter muter. Dapat inspirasi. Mikir muter lagi. 15 menit sudah. And you not taking bath yet. Byurbyurbyur. Ambil baju ungu rok putih. Jilbab putih. Setelah dipake. Ah lebih enak kalau jilbabnya pake corak ni. Buka lemari lagi. Bolak balik hanger jilbab. Jilbab motif cuma ada warna kuning merah doang.  Mana cocok sama bajunya. Terpikir mengganti baju supaya bisa nyambung dengan jilbab corak yang aku punya. Eh diliat liat bajunya ada, tapi lusa udah make kemaren. Masa itu lagi. Dan begitulah sampai akhirnya. Pakaian jatuh kepada pilihan awal. sudah 7.15 am. Belum sarapan. Akhirnya tetap 7.25 am berangkat.

Haha disini iin bukan mau nyeritain gimana cewek ribet milih baju. Tapi situasi itu bikin iin lebih menyukai TEPOK (The Power Of Kepepet). Karena disituasi itu otak lebih encer mikir. Otot lebih elastis bergerak efektif supaya kagak telat and everythings is done.

Nah di buku TEPOK ini penulis, Jaya Setiabudi menerapkan prinsip TEPOK untuk pemula bisnisman or woman.

Kenapa harus Kepepet sih?  Ya karena otak kita cenderung encer kalau udah kepepet.
Jadi, sang penulis menyarankan kepada pelaku bisnis yang baru niat dan belum mulai bisnisnya untuk nerapin prinsip kepepet. Gak sampai disitu aja. Beliau bahkan memberikan ide gimana supaya kondisi kepepet itu bisa tercipta dalam lingkup bisnis. Yang ujungnya kamu mau gak mau harus bergerak untuk jalanin bisnis. Simple but true sih buat aku sendiri sebagai pembaca.

Takut. Sesuatu yang ada tapi tak tampak dan kerap kali menghantui kayak setan para pemula bisnis. Penulis lantas memberikan tulisan relaksasi gimana sih ngadapin ketakutan itu.

Emang di awal buku lebih bercerita tentang hal yang secara tidak langsung berkaitan dengan prilaku orang yang mau mulai bisnis. Tapi,  di pertengahan kamu gak akan nyesel milih buku ini sebagai starting point ide bisnis. Karena apa?  Penulis ini benar benar tumpah ruah menuliskan ide bisnis yang beliau punya.  Bahkan salah satu ide bisnisnya itu dari beliau. And he is not afraid to have rival for that. Aplause banget aku dengan niat lurusnya penulis untuk memotivasi calon pebisnis baru.

So,  kamu jangan ragulah buat adopsi ide gila di buku ini. cuma cuma pula.

IMG_20180901_083212
Spoiler dikit ya
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s